WEDA– Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menggelar rapat evaluasi pendapatan daerah tahun 2025 dan penyusunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Ikram M. Sangadji (IMS) menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan PAD.
“Saya minta setiap OPD pengelola PAD harus berkoordinasi. Jangan jalan sendiri-sendiri. Target PAD 2026 harus disusun berdasarkan evaluasi tahun 2025, agar realistis, terukur, dan sesuai potensi daerah,” kata Bupati IMS didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadi dan Sekretaris Daerah Bahri Sudirman serta OPD terkait di Ruang Rapat Bupati, Kamis (2/10/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Ahlan Djumadil menekankan pentingnya inovasi dari setiap OPD dalam menggali potensi pendapatan daerah yang belum termaksimalkan. “Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan mencari cara-cara baru untuk meningkatkan PAD. Inovasi adalah kunci,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Bahri Sudirman mengingatkan seluruh OPD untuk konsisten dalam melaksanakan program kerja yang telah direncanakan serta melakukan monitoring secara berkala terhadap capaian PAD. “Konsistensi dan monitoring yang ketat akan memastikan kita mencapai target yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Kepala Bapenda Halmahera Tengah, Moh. Fitra U. Ali, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti arahan Bupati dengan memperkuat koordinasi antar-OPD. Ia menegaskan komitmen Bapenda untuk memfasilitasi penyusunan kertas kerja target PAD 2026.
“Kami di Bapenda siap memberikan dukungan penuh kepada setiap OPD pengelola PAD. Kami akan mendorong mereka untuk lebih fokus, kreatif, dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan daerah,” katanya.
“Dengan kerja sama yang solid dan sinergi yang kuat antar semua pihak, kami optimis target PAD tahun depan bisa tercapai, bahkan melampaui target yang ditetapkan,” tutupnya.
Rapat tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa setiap OPD akan menyusun kertas kerja target PAD 2026 berdasarkan evaluasi capaian tahun 2025. Penguatan koordinasi antar-perangkat daerah menjadi kunci untuk mencapai peningkatan pendapatan daerah yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pembangunan Kabupaten Halmahera Tengah secara keseluruhan.












