Inovasi IMS Puskesmas Gebe, Jalan Sehat untuk Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular

GEBE– UPTD Puskesmas Rawat Inap Gebe, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Jumat (25/7/205) melalui gebrakan inovatif melakukan kegiatan jalan sehat.

Kegiatan gebrakan inovatif dengan tema ‘Inovasi IMS (Ingin Masyarakat Sehat)’ ini menunjukkan komitmen Puskemas Gebe dalam pelayanan kesehatan, khususnya kepada masyarakat yang terkena Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi.

Kepala UPTD Puskesmas Rawat Inap Gebe Bachtiar menyampaikan Penyakit Tidak Menular (PTM) hingga kini masih menjadi tantangan utama dalam sektor kesehatan.

Berdasarkan tren yang ada, PTM merupakan penyebab utama meningkatnya angka kesakitan dan kematian di Indonesia. Tak dapat dipungkiri, tingginya kasus PTM menjadi beban besar bagi masyarakat maupun pemerintah, karena penanganannya memerlukan biaya tinggi, teknologi medis mutakhir, dan waktu yang tidak singkat.

Penyakit tidak menular telah menjadi isu strategis pemerintah yang masuk dalam agenda SDGs (Sustainable Development Goals) 2030, sehingga menjadi salah satu prioritas. “Penyakit tidak menular yang dimaksud seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes melitus, kanker, stroke, asam urat, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, Data Kementerian Kesehatan melalui Riskesdas 2018 menunjukkan, antara lain, prevalensi tekanan darah tinggi penduduk usia 18 tahun ke atas meningkat dari 14,8% menjadi 21,8%; prevalensi stroke usia 15 tahun ke atas meningkat dari 7% menjadi 10,9%; dan prevalensi diabetes melitus usia 15 tahun ke atas meningkat dari 6,9% menjadi 10,9%.

“Penyakit tidak menular ini disebabkan oleh beberapa faktor gaya hidup masyarakat itu sendiri. Pola makan tidak sehat (obesitas, makanan sembarangan, jarang makan buah dan sayur), kurang aktivitas fisik, dan faktor lainnya turut berpengaruh,” katanya.

Dikatakannya, penyakit tidak menular merupakan penyakit yang tidak muncul karena penularan. Faktor yang mempengaruhi munculnya PTM dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan faktor risiko yang dapat diubah.

Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi usia, jenis kelamin, dan keturunan. Adapun faktor risiko yang dapat diubah atau diperbaiki meliputi gaya hidup sehat dan intervensi sosial ekonomi.

Berbicara tentang gaya hidup sehat, langkah paling efektif dalam mencegah dan menangani kasus PTM, selain pengobatan oleh dokter, adalah mengubah gaya hidup tidak sehat menjadi sehat. Begitu pula pada orang-orang yang belum terkena PTM, agar dapat terhindar dari penyakit tidak menular.

Dikatakannya, dalam gaya hidup sehat, salah satu cara untuk mencegah dan mengendalikan PTM adalah dengan gerakan IMS. IMS sendiri merupakan singkatan dari Ingin Masyarakat Sehat, dengan mengusung konsep jalan sehat di pagi hari selama 30 menit.

“Olahraga teratur seperti ini akan meningkatkan kesehatan kardiovaskular, menurunkan kadar kolesterol, dan menjaga tingkat tekanan darah,” ucapnya.

Selain itu kata Bachtiar, Menurut studi Primary Care companion to the Journal of Clinical Psychiatry, jalan sehat juga dapat meningkatkan kesehatan mental (termasuk mengurangi gejala depresi dan kecemasan) serta kekebalan tubuh.

Penelitian lain tentang jalan kaki menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1000 langkah per hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga 28%. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan gerakan masyarakat hidup sehat dalam upaya pencegahan PTM seperti hipertensi dan Diabetes Melitus.

Ia juga menegaskan bahwa program Inovasi IMS ini sangat membantu dalam menurunkan angka kematian pada pasien Penyakit Tidak Menular jika dijalankan secara rutin, serta mencegah risiko PTM di masa mendatang.

“Kegiatan ini harus terus dilaksanakan karena jalan sehat memiliki banyak manfaat positif, baik bagi kesehatan fisik maupun mental, dan dapat mempererat hubungan sosial antar masyarakat,” harapnya.

Sementara Penanggung Jawab program inovasi Puskesmas Gebe, Apoteker Julia Citra Prastika, mengatakan inovasi ini telah mendapat dukungan baik dari Bupati Halmahera Tengah, Ir. Ikram Malan Sangadji, yang tertuang dalam SK 445/KEP/156/2024.

Kegiatan ini juga telah bekerja sama dengan seluruh instansi yang berada di Pulau Gebe agar bersama-sama menyukseskan kegiatan jalan sehat IMS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *