HALSEL– Bawaslu Kabupaten Halmahera Selatan menyelenggarakan kegiatan “Ngabuburit Pengawasan” dalam rangka Safari Ramadan, sebagai bentuk upaya memperkuat konsolidasi demokrasi bersama insan pers.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk mengawal kualitas demokrasi tidak hanya pada tahapan pemilu, tetapi juga secara berkelanjutan di luar tahapan tersebut.
Kegiatan yang merupakan tindak lanjut arahan Bawaslu Republik Indonesia ini memanfaatkan momentum bulan suci Ramadan sebagai ruang silaturahmi sekaligus pemantapan kerja sama dengan media yang selama ini aktif mempublikasikan program pengawasan.
Ketua Bawaslu Halmahera Selatan Rais Kahar menegaskan bahwa paradigma kerja pengawasan telah mengalami perubahan signifikan pasca putusan Mahkamah Konstitusi.
“Dulu masyarakat beranggapan tugas pengawasan hanya berjalan selama tahapan pemilu berlangsung. Sekarang konsep tersebut telah bergeser, kami terus bekerja untuk mendukung demokrasi secara menyeluruh, termasuk melakukan pengawasan di luar tahapan pemilu,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Bawaslu Halmahera Selatan merencanakan tiga agenda penguatan partisipatif mendatang, yakni bersama insan media, alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP), serta organisasi kepemudaan dan kalangan perguruan tinggi, yang diproyeksikan untuk menyambut tahapan akhir tahun 2026.
Lembaga ini juga menyampaikan kesiapan dalam menindaklanjuti Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135 terkait pemilu lokal yang tengah menjadi perbincangan nasional. “Kita akan tetap bersikap profesional dan segera melakukan sosialisasi produk hukum kepada masyarakat begitu keputusan telah final,” ujar salah satu anggota Bawaslu Halmahera Selatan.
Pada kesempatan yang sama, Bawaslu mengapresiasi peran media dalam mendukung suksesnya pengawasan Pemilu 2024. Publikasi yang masif dan seimbang dinilai berkontribusi besar dalam meningkatkan mutu demokrasi daerah, terbukti dari capaian Halmahera Selatan yang berhasil keluar dari zona merah Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) setelah sebelumnya masuk tujuh besar daerah rawan secara nasional pada tahun 2020.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Halmahera Selatan berharap kolaborasi dengan pers akan semakin solid untuk mengawal demokrasi yang lebih transparan, partisipatif, dan berintegritas di masa mendatang.











