Ragam  

Cukup Dengan Dua Kilo Sampah Plastik, Warga Patani Utara Bisa Nikmati Segelas Kopi Tanpa Bayar

Weda, Komunitas Biblel resmi meluncurkan Biblel Coffee, sebuah ruang publik berbasis edukasi lingkungan, sekaligus memperkenalkan Project Tausia Hijau, bertempat di Desa Tepeleo Batu Dua Kecamatan Patani Utara Halmahera Tengah (Halteng).

Koordinator Komunitas Biblel, Fikra Majid, mengatakan bahwa hadirnya Biblel Coffee dilatarbelakangi oleh keinginan komunitas untuk menciptakan ruang interaksi yang tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik dari hulu hingga hilir.

Menurut Fikra, melalui konsep yang dihadirkan di Biblel Coffee, komunitas ingin menggeser paradigma masyarakat dalam memandang sampah plastik. Sampah tidak lagi dilihat semata sebagai limbah, tetapi dapat memiliki nilai guna jika dikelola dengan baik.

“Di Biblel Coffee kami ingin menggeser cara pandang warga terhadap sampah. Sampah plastik bukan lagi sekadar limbah, tetapi bisa menjadi semacam mata uang yang dapat ditukarkan,”ucap Fikra dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Konsep tersebut diwujudkan melalui kebijakan unik di Biblel Coffee. Pengunjung yang tidak memiliki uang untuk membeli kopi tetap dapat menikmati sajian kopi dengan membawa sampah plastik minimal 2 kilogram, yang kemudian dapat ditukarkan dengan satu cangkir kopi gratis di minibar Barista Biblel Coffee.

Selain peluncuran Biblel Coffee, kegiatan tersebut juga menandai dimulainya Project Tausia Hijau, sebuah ruang diskusi berseri yang dirancang untuk menghadirkan para calon kepala desa guna membedah gagasan dan komitmen mereka terkait pengelolaan sampah di desa masing-masing.

Pada kegiatan tersebut hadir sejumlah kandidat calon kepala desa dari tiga desa, yakni Desa Pantura Jaya, Desa Tepeleo, dan Desa Tepeleo Batu Dua. Di biblel coffe ini akan menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana komitmen para kandidat dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa.

Kegiatan launching juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari komunitas muda-mudi, karang taruna, Penjabat Kepala Desa, hingga warga setempat yang menunjukkan antusiasme terhadap inisiatif yang digagas Komunitas Biblel.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas dalam menghadirkan ruang publik yang kreatif sekaligus edukatif bagi masyarakat.

Kadis menilai langkah yang dilakukan Komunitas Biblel merupakan semangat yang luar biasa dan sejalan dengan upaya pemerintah pusat maupun daerah yang saat ini tengah memberikan perhatian serius terhadap upaya penanggulangan sampah plastik.

“Inisiatif seperti ini sangat positif. Selain melibatkan anak muda, juga menghadirkan pendekatan kreatif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah,”ucap Kadis.

Melalui peluncuran Biblel Coffee dan Project Tausia Hijau, Komunitas Biblel berharap dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat sekaligus mendorong lahirnya komitmen nyata dari para pemimpin desa dalam mengelola persoalan sampah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *