WEDA – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kembali mengadakan sosialisasi tentang Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang menyasar pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengembangan sektor pariwisata lokal yang berkelanjutan.
Sosialisasi tidak hanya melibatkan pelajar SMA, tetapi juga perwakilan dari beberapa desa di lima kecamatan di Halmahera Tengah, yaitu Kecamatan Kota Weda, Weda Utara, Weda Timur, Patani, dan Patani Utara.
Kehadiran perwakilan desa menunjukkan upaya untuk melibatkan masyarakat secara luas dalam program pengembangan pariwisata ini.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, yang diwakili oleh Staf Ahli Lasamida Kurupunda, menyampaikan bahwa sosialisasi Pokdarwis ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan desa, daerah, dan masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Pokdarwis memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menciptakan iklim pariwisata yang aman, bersih, tertib, dan nyaman,” katanya.
“Melalui sosialisasi ini, kami berharap terbentuknya Pokdarwis yang aktif, kreatif, dan mampu menjadi motor pengerak kesadaran wisata di tengah masyarakat,” sambungnya.
Menurutnya, potensi wisata di Halmahera Tengah sangat luar biasa, baik dari segi alam, budaya, sejarah, maupun kerajinan lokal. Namun, semua itu membutuhkan sentuhan dan dukungan masyarakat sebagai tuan rumah pariwisata.
“Saya mengajak kita semua untuk terus bersinergi, bergandengan tangan, serta berkomitmen membangun pariwisata yang berdaya saing, inklusif, dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Disparekraf, Salmun Saha, menjelaskan tujuan utama sosialisasi adalah untuk membentuk Pokdarwis yang aktif dan kreatif di setiap desa.
Pokdarwis diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam menciptakan iklim pariwisata yang aman, bersih, tertib, dan nyaman. “Sosialisasi juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pariwisata dan peran mereka dalam pengembangannya, serta memfasilitasi sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya,” jelasnya.
Salmun berharap sosialisasi ini dapat mendorong terbentuknya Pokdarwis di setiap desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan potensi wisata lokal. Hal ini penting karena Halmahera Tengah memiliki potensi wisata yang sangat beragam dan menarik, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal, yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan adanya Pokdarwis, diharapkan pengelolaan pariwisata dapat lebih partisipatif dan berkelanjutan, serta mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tutupnya.














