Disparekraf Halteng Gelar Pelatihan Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif di Yogyakarta

MOH. FITRA U. ALI, ST.,M.Eng_20250926_093034_0000

WEDA– Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, menggelar pelatihan pengembangan SDM Ekonomi Kreatif.

Kegiatan yang dilakukan di Yogyakarta ini melibatkan sebanyak 19 peserta dengan latar belakang keterampilan dan profesi yang berbeda-beda.

Pelatihan pengembangan SDM ekonomi kreatif diselenggarakan di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik Yogyakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Halmahera Tengah, Maluku Utara, Salmun Saha mengatakan kegiatan pelatihan bagi para pengrajin dapat memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam peningkatan pengalaman, wawasan, dan keterampilan.

Sebelumnya, produk-produk yang dihasilkan cenderung monoton dengan kualitas yang standar. Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi perubahan dan perbedaan yang signifikan, sehingga produk lokal mampu bersaing dengan produk-produk dari daerah lain.

“Inti tujuannya agar produk yang dihasilkan oleh para pengrajin menjadi lebih beragam, berkualitas tinggi, dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif,” harapnya.

Lebih lanjut, para pengrajin diminta tidak hanya berhenti pada pelatihan ini, tetapi terus konsisten dalam belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Dengan demikian, kegiatan pelatihan ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Halmahera Tengah.

“Kita menaruh harapan besar agar pelatihan ini menjadi momentum kebangkitan bagi sektor kerajinan di Halmahera Tengah, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para pengrajin dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muchlis Chalid Botutu menyampaikan, pelatihan ini berlangsung dari tanggal 22-27 September 2025. “Fokus pelatihan adalah pada pengembangan keterampilan di bidang kriya, meliputi anyaman, batok kelapa, dan batik kayu,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan Bupati Ikram M. Sangadji dan wakil bupati Ahlan Djumadil akan terus mendukung program-program pelatihan untuk meningkatkan daya saing SDM di sektor ekonomi kreatif.

“Jadi peserta pelatihan diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan untuk mengembangkan usaha kreatif,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *