Ragam  

Program TEKAD Tumbuhkan Ekonomi Lokal, Demplot KPB Batu Dua Siap Pasarkan Sagu Rumbia

Weda, Pengolahan kegiatan demplot Kelompok Pengolah dan Budidaya (KPB) Batu Dua di Desa Tepeleo Batu Dua, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya komoditas sagu rumbia yang selama ini menjadi bahan pangan utama masyarakat Maluku Utara.

Melalui dukungan Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu), kelompok usaha ini kini semakin berkembang, baik dari sisi produksi maupun pemasaran.

Ketua Kelompok KPB Batu Dua, Yuliani Djabar, menjelaskan bahwa proses pengolahan sagu rumbia dilakukan secara bertahap dan masih mempertahankan teknik tradisional yang dipadukan dengan pengelolaan yang lebih terorganisir.

Proses dimulai dari penebangan pohon sagu yang telah siap panen, kemudian dilanjutkan dengan pembelahan batang, pemarutan, pemerasan pati, hingga proses pengendapan untuk menghasilkan sagu mentah. Setelah itu, sagu diolah melalui proses pembakaran menggunakan forno atau tungku produksi hingga menghasilkan sagu matang siap konsumsi.

“Hingga saat ini, kelompok telah memproduksi sebanyak 20 karung sagu. Dalam satu minggu, produksi rata-rata mencapai 2 hingga 5 karung dengan ukuran 25 kilogram per karung, tergantung pada ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja,” ucap Ketua kelompok Yuliani Djabar, Minggu (1/3/2026).

Dia menjelaskan setiap satu kali proses pembakaran dalam forno mampu menghasilkan enam lempeng sagu. Lempeng tersebut kemudian diiris menjadi lima sampai enam bagian, lalu dikemas dan dijual dalam bentuk delapan irisan kecil dengan harga Rp10.000 per bungkus. Dari hasil perhitungan kelompok, rata-rata pendapatan dari satu karung sagu dapat mencapai kurang lebih Rp500.000, sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan anggota kelompok.

Permintaan pasar terhadap produk sagu olahan ini tergolong tinggi. Sehingga produk sagu matang yang dipasarkan rata-rata hanya bertahan selama dua hari sudah habis terjual. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi sagu di tingkat lokal masih sangat kuat dan menjadi bagian penting dari pola makan masyarakat.

“Selain melayani pasar lokal di wilayah Patani Utara dan sekitarnya, kelompok juga mulai menerima pesanan dari luar kabupaten, yang menandakan adanya potensi perluasan pasar di masa mendatang. Tidak hanya menjual sagu matang, KPB Batu Dua juga berencana memperluas lini usaha dengan memasarkan sagu mentah,”jelasnya.

Menurutnya, permintaan sagu mentah cukup tinggi karena banyak digunakan untuk pembuatan papeda, kue bagea, kue talam Sagu, serta berbagai jenis kue tradisional lainnya. Sagu mentah akan dijual dalam bentuk perkiloan maupun per karung 25 kilogram dengan kisaran harga Rp350.000 hingga Rp400.000 per karung. Strategi ini diharapkan dapat menjangkau konsumen yang membutuhkan bahan baku untuk usaha rumahan maupun konsumsi keluarga.

Program TEKAD yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten dan Kementerian Daerah Tertinggal memberikan dampak positif bagi kelompok. Pendampingan yang dilakukan oleh fasilitator tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa membantu kelompok dalam manajemen produksi, pengemasan, pencatatan hasil usaha, hingga strategi pemasaran. Dengan adanya pendampingan tersebut, anggota kelompok menjadi lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produk.

“Ke depan, KPB Batu Dua berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan menambah peralatan serta memperluas jaringan pemasaran ke wilayah lain di Halmahera Tengah bahkan ke kabupaten tetangga. Potensi sagu sebagai pangan lokal yang bernilai ekonomi tinggi diyakini mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi desa. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, demplot pengolahan sagu rumbia di Desa Tepeleo Batu Dua diharapkan terus berkembang dan menjadi contoh pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis sumber daya lokal, dan pengemban ekonomi desa,”tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *