Berita  

Puskesmas Laluin Jadi Sorotan, Warga Ungkap Masalah Rujukan dan Ketersediaan Obat

HALSEL- Pelayanan kesehatan di Puskesmas Laluin, Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, menjadi sorotan serius di kalangan masyarakat setelah berbagai keluhan mencuat terkait proses rujukan pasien dan ketersediaan obat-obatan.

Keluhan tersebut semakin muncul setelah beredarnya surat resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan tertanggal 21 Januari 2026 tentang Rujukan Pasien dan Rujukan Balik, yang ditegaskan telah menyiapkan anggaran sesuai Standar Biaya Umum (SBU) Pemerintah Daerah dengan mekanisme administrasi yang jelas untuk seluruh puskesmas di wilayahnya.

Namun, kondisi di Puskesmas Laluin justru tidak sesuai dengan ketentuan tersebut. Warga menyampaikan bahwa setiap pasien dalam kondisi kritis yang perlu dirujuk ke RSUD Labuha harus mencari transportasi sendiri – baik perahu maupun kendaraan darat – dengan biaya pribadi, bahkan di tengah situasi darurat.

Seorang orang tua pasien yang tidak ingin disebutkan namanya menceritakan pengalaman kepanikan ketika anaknya dalam kondisi kritis saat akan melahirkan dan membutuhkan rujukan segera. “Kami panik waktu itu. Anak kami sudah kritis mau melahirkan, tapi kami yang harus cari kendaraan sendiri untuk rujuk,” ujarnya.

Keluhan serupa juga datang dari keluarga pasien lain yang mengalami kondisi kritis pada Sabtu (07/01/2026). Mereka mengaku tidak mendapatkan bantuan fasilitas transportasi dari puskesmas dan harus menggunakan kendaraan pribadi. “Pasien sudah kritis, tapi kami lagi yang harus siapkan kendaraan sendiri. Tidak ada bantuan fasilitas dari Puskesmas,” ungkap keluarga pasien tersebut.

Selain persoalan rujukan, warga juga mengeluhkan sering tidak mendapatkan obat ketika berobat dengan alasan stok tidak tersedia. Media juga menemukan bahwa fasilitas speedboat milik puskesmas yang seharusnya digunakan untuk rujukan pasien melalui jalur laut selama ini belum pernah difungsikan.

Kepala Puskesmas Laluin, Ikra Mahmud ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler belum memberikan tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *