HALSEL– Harita Nickel bekerja sama dengan Pemerintah Desa Kawasi untuk memfasilitasi pembentukan Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan keberlanjutan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Langkah ini diawali dengan pelatihan dan simulasi kesiapsiagaan bencana yang melibatkan 51 warga di Permukiman Baru Desa Kawasi pada Jumat (19/12/2025).
Pelatihan dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan, dengan dukungan sinergi multipihak dari Stasiun Meteorologi Oesman Sadik, Kantor SAR Ternate, Puskesmas Pembantu, dan Pondok Bersalin Desa. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan pendekatan mitigasi risiko bencana yang terintegrasi dan responsif terhadap kondisi lokal.
Desa Kawasi yang berada di wilayah pesisir memiliki potensi risiko gempa dan curah hujan tinggi. Menurut BMKG, puncak curah hujan Pulau Obi terjadi pada bulan Juni, yang dapat meningkatkan ancaman bencana alam. Oleh karena itu, 43 orang dewasa dan 8 anak peserta mendapatkan materi tentang identifikasi risiko, simulasi evakuasi, serta penguatan koordinasi dalam kondisi darurat.
Kepala Seksi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir, menegaskan pentingnya pembentukan TSBD. “Latihan ini penting agar masyarakat siap menghadapi dampak perubahan cuaca dan potensi bencana alam di Desa Kawasi. Pembentukan Tim Siaga Bencana Desa memperkuat peran warga sebagai pelaku utama kesiapsiagaan,” ujarnya.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Oesman Sadik Halmahera Selatan, Yusran Titdoy, menambahkan bahwa kesiapsiagaan harus didasarkan pada data akurat.
“Kesiapsiagaan bencana harus ditopang oleh informasi cuaca yang akurat. Tahun ini puncak curah hujan di Pulau Obi terjadi pada bulan Juni. BMKG memperkuat pemantauan agar masyarakat memperoleh informasi dini terhadap potensi dampak cuaca,” jelasnya.
Inisiatif ini selaras dengan semangat “Satu Harita Saling Menjaga” dan program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Harita Nickel. Sebagai bagian dari dukungan terhadap masyarakat sekitar wilayah operasional, perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas warga.
Assistant Vice President Site Corporate Communications Harita Nickel, Joseph Sinaga, menyatakan bahwa ketangguhan masyarakat adalah fondasi keberlanjutan bersama. “Melalui semangat ‘Satu Harita, Saling Menjaga’, kami mendukung penuh peningkatan kapasitas warga Kawasi. Harapannya, pelatihan ini tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk masyarakat yang mandiri, sigap, dan mampu merespons risiko bencana dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.
Pembentukan TSBD Kawasi diharapkan menjadi mekanisme respons bencana berbasis komunitas yang kokoh. Kolaborasi erat antara masyarakat, pemerintah, instansi kebencanaan (Basarnas, BPBD, BMKG), dan sektor swasta menjadi fondasi kuat untuk memastikan keselamatan warga serta mewujudkan Desa Kawasi yang tangguh bencana secara berkelanjutan.












