Berita  

Pengawasan Rutin 2 Kali Setahun, Dinkes Halsel Pastikan Makanan Bebas Bahan Berbahaya

HALSEL – Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan menegaskan komitmennya dalam menjamin keamanan dan kesehatan pangan bagi masyarakat. Melalui pengawasan yang ketat dan rutin, pihaknya memastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari zat berbahaya serta memenuhi standar higienis dan sanitasi yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan, Asia Hasyim, menjelaskan bahwa setiap dapur pengelola makanan wajib memiliki Sertifikat Laik Higien Sanitasi (SLHS) sebelum boleh beroperasi. Penerbitan sertifikat ini tidak diberikan secara cuma-cuma, melainkan melalui serangkaian pemeriksaan ketat, mulai dari kelayakan bangunan, kebersihan lingkungan, hingga pengujian sampel makanan di laboratorium terakreditasi.

“Seluruh proses harus memenuhi standar kesehatan. Tenaga pengelola seperti petugas gizi dan pramusaji pun wajib memiliki sertifikat kompetensi,” ujar Asia Hasyim.

Hingga saat ini, dari total sekitar 18 dapur yang terdata, baru 11 yang dinyatakan layak dan telah mengantongi izin operasional. Sementara sisanya diminta untuk menunda kegiatan hingga memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Menariknya, terkait penggunaan bangunan lama atau bekas, Asia Hasyim menegaskan hal tersebut diperbolehkan asalkan telah dilakukan renovasi dan penyesuaian tata ruang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk jarak aman dari tempat sampah dan fasilitas sanitasi yang memadai.

Yang tak kalah penting, Dinas Kesehatan juga menjamin bahwa makanan yang beredar aman dari kontaminasi zat kimia berbahaya. “Hingga saat ini, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan belum ditemukan kandungan berbahaya dalam makanan yang kita uji,” tegasnya.

Untuk memastikan standar ini terus terjaga, pengawasan tidak berhenti setelah sertifikat diterbitkan. Pihaknya telah membentuk tim internal yang akan turun lapangan minimal dua kali dalam setahun.

“Walaupun anggaran terbatas, komitmen kami tetap jalan. Pengawasan rutin ini penting dilakukan agar masyarakat bisa mengonsumsi makanan dengan tenang dan aman,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *