HALSEL – Suasana memanas menyelimuti Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, Rabu (22/04/2026). Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Peduli Negeri (ARPN) dan Pemuda Pemudi Faisinglo menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menuntut pencopotan Kepala Desa Maffa, Harun Hamid, terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa periode 2023 hingga 2025.
Massa membawa berbagai tuntutan tajam, bahkan hingga menutup akses dan memboikot seluruh aktivitas di Kantor Desa. Dinding bangunan pun dipenuhi tulisan dan mural bernada protes keras seperti “Copot Kepala Desa Maffa” dan “Demokrasi Dikorupsi” sebagai bentuk kekecewaan mendalam atas kepemimpinan yang dinilai tidak transparan dan tidak berpihak pada rakyat.
“Kami sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Pak Harun Hamid. Dana desa yang seharusnya untuk kesejahteraan masyarakat justru diduga dikorupsi. Pembangunan tidak jelas, dan kami merasa terusir di negeri sendiri,” ujar salah satu orator di lokasi.
Tidak hanya soal anggaran, warga juga menyoroti program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang baru diresmikan Bupati. Menurut mereka, program tersebut berjalan sepihak tanpa melibatkan atau meminta aspirasi masyarakat terlebih dahulu. Selain itu, warga juga menuntut perbaikan jalan di dalam kampung yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Aksi ini juga merupakan bentuk desakan atas laporan yang telah diserahkan sejak tahun 2025 lalu namun dinilai tidak mendapatkan tindak lanjut yang jelas dari pihak berwenang.
Saat ditanggapi, Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, yang hadir di lokasi meminta waktu satu minggu untuk memproses tuntutan tersebut. Ia pun menginstruksikan Camat Gane Timur untuk segera memfasilitasi dialog antara desa dan masyarakat.
Namun, jawaban tersebut dianggap belum memuaskan. Koordinator lapangan, Taufik Hidayat, memberikan ultimatum keras kepada pemimpin daerah.
“Kami beri waktu satu minggu. Jika tidak ada tindakan nyata dan kepastian hukum, maka masyarakat Maffa akan melakukan boikot total terhadap seluruh pemerintahan desa. Tidak ada lagi komunikasi, tidak ada kerja sama,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Harun Hamid belum memberikan tanggapan atau pembelaan diri terkait berbagai tudingan yang dilayangkan oleh warganya.













