HALSEL – Dugaan pencemaran lingkungan yang melibatkan PT Gema Mineral Mulia (GMM) di wilayah Gane, Halmahera Selatan, memicu reaksi tegas dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Selatan (HIPMA Halsel) Jakarta. Organisasi tersebut menilai keresahan masyarakat tidak boleh dianggap remeh dan menegaskan bahwa persoalan ini berpotensi mengancam hak hidup serta kesehatan warga sekitar.
Melalui pernyataan resminya, Ketua Bidang SDM HIPMA Halsel Jakarta, Usama Ait, menyampaikan bahwa jika dugaan pencemaran tersebut terbukti secara sah, maka ini bukan lagi sekadar masalah administrasi perusahaan. Ia menekankan bahwa setiap aktivitas industri wajib menjaga kelestarian alam dan keamanan lingkungan bagi masyarakat.
“Perusahaan wajib bertanggung jawab penuh dan membuka seluruh informasi terkait sistem pengelolaan limbah secara transparan kepada publik. Jangan sampai warga menjadi korban diam-diam akibat operasional yang diduga tidak memenuhi standar lingkungan yang berlaku,” tegas Usama, Sabtu (6/6/2026).
Selain meminta keterbukaan data, HIPMA Halsel Jakarta juga menyoroti lambannya tanggapan manajemen PT GMM terhadap sejumlah keluhan yang disampaikan warga selama ini. Menurutnya, sikap yang cenderung diam dan tidak komunikatif justru memperkuat kecurigaan masyarakat serta merusak kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Sebagai bentuk tekanan, organisasi mahasiswa itu mendesak penghentian sementara proses pengelolaan limbah yang diduga bermasalah. Tak hanya itu, mereka juga meminta jaminan layanan kesehatan gratis dan pemeriksaan medis menyeluruh bagi warga yang diduga mulai merasakan dampak buruk dari penurunan kualitas lingkungan di sekitar lokasi tambang.
Jika seluruh tuntutan tersebut tidak ditanggapi dengan serius dan tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, HIPMA Halsel Jakarta mengancam akan membawa persoalan ini ke kancah nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar aksi demonstrasi terbuka di ibu kota guna menarik perhatian pemerintah pusat dan publik luas.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat saudara-saudara kami di kampung halaman merasa terancam. Jika perusahaan tetap bungkam dan abai, kami siap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi ini,” tutupnya.













