HALSEL– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Selatan (Halsel) mencatat sebanyak 132 kejadian bencana yang terjadi di daerah tersebut selama Januari-Desember 2025.
Semua kejadian telah dilakukan investigasi dan penanganan oleh instansi tersebut. Keterangan ini disampaikan Kepala BPBD Halsel Aswin Adam, Minggu (28/12/2025).
“Dari total kejadian bencana di Halmahera Selatan dari bulan Januari hingga Desember di dominasi oleh hidrologi dengan rincian, banjir sebanyak 81 kejadian, longsor 9 kejadian, abrasi 20 kejadian, banjir rob 1 kejadian, angin 8 kejadian, kebakaran 13 kejadian,” ungkap Aswin.
Penanganan yang dilakukan meliputi bantuan dorlog (dorongan logistik kebutuhan dasar) kepada warga. “Dari 132 kejadian setelah dilakukan investigasi, juga dilakukan penanganan berupa bantuan dorlog dengan jumlah penerima sebanyak 5.832 KK dan 20.216 jiwa,” ujarnya.
Selain itu, penanganan juga meliputi 52 unit rumah korban, serta penanganan fisik darurat di 8 desa antara lain normalisasi dan perkuatan tebing sungai di 6 desa dan pembangunan talud pantai di 2 desa.
Beberapa kejadian berulang dijadikan prioritas penanganan. “Ada beberapa kejadian berulang sehingga perlu dijadikan prioritas yaitu normalisasi perkuatan tebing sungai di 4 desa, pembangunan talud pantai di 5 desa dan drainase di 2 desa,” tutur Aswin.
Menurut Aswin, saat ini BPBD sedang mengusulkan penanganan lanjutan ke BNPB melalui APBN, BPBD Provinsi Maluku Utara, serta pimpinan daerah untuk dilaksanakan tahun depan.
Selain itu, BPBD juga telah melakukan sosialisasi dan simulasi di desa Kawasi, survey potensi bencana di 6 desa, mapping aset BNPB, dan pendataan kerugian pasca bencana di beberapa desa.
“Untuk implementasi Pantahelix, kami melakukan upaya kerjasama dengan dunia usaha dan Unkhair terkait pemanfaatan teknologi, serta sedang disusun untuk upaya mendapatkan pooling fund bencana di Kementerian DLHK melalui BNPB,” pungkasnya.














