Disparekraf Halmahera Tengah: Membangun Kompetensi Pemandu Wisata Selam

WEDA– Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara (Malut) melaksanakan kegiatan pelatihan bagi pemandu wisata selam.

Pelatihan ini dilakukan selama 3 hari di Cafe Goby, Selasa (24/6/2025), dengan pelatih dari Instruktur selam Nukila Dive Center Rio Alting, dibuka secara resmi oleh Bupati Halteng Ikram M. Sangadji, didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil, Asisten I Husain Ali dan Asisten II Aser Tidore.

Bupati dalam sambutannya mangatakan pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, hal ini harus terus dikembangkan.

“Pemda hanya suporting saja bukan pemda lagi yang harus didepan,” katanya.

Dikatakannya, untuk Halmahera Tengah yang dilihat saat ini banyak potensi wisata belum dikelola dengan baik.

“Semoga dengan pelatihan ini kita bangkitkan lagi. Dan kalau boleh Halteng sudah harus ada dive center,” harapnya.

Kesempatan yang sama Kepala Disparekraf, Salmun Saha menyampaikan, tujuan dilakukan pelatihan ini adalah menghasilkan pemandu-pemandu wisata selam yang professional dan tentunya juga berlisensi.

“Saya berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, disiplin, dan penuh semangat. Jadikan pelatihan ini sebagai Langkah awal untuk menjadi pelaku wisata selam yang professional dan berdaya saing,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan wisata bahari di Halteng, sudah merupakan suatu keniscayaan mengingat sebagian besar daerah adalah pesisir yang dikelilingi oleh laut, yang sangat kaya akan hasil laut serta biota-biota laut yang tidak kalah cantik dan menarik dengan daerah lain, yang tentunya menjadi incaran para wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

“Oleh karena itu pelatihan bagi pemandu wisata selam/diving Ini, bagi kami sangat penting dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kualitas pengalaman bagi wisatawan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Muchlis Chalid Botutu menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh 12 peserta dari beberapa perwakilan komunitas dalam Kota Weda.

“Open water diver (tingkat pertama) sebanyak 2 orang, Advanced diver (tingkat lanjutan) 6 orang, Rescue diver (tingkat penyelamatan) 3 orang dan Dive master (profesional pemandu) 1 orang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *