Berita  

Kadis Perkim Halteng Sebut Tidak Ada Kebohongan Dalam Pembayaran Lahan Warga

Weda, Pemerintah Daerah Halmahera Tengah (Halteng) melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) meluruskan informasi yang beredar terkait tuduhuhan Mark Up terhadap sebidang tanah.

“Informasi yang disampaikan itu bukan fakta tetapi hoax alias fitnah, mana ada SP2D pembayaran tanah atas nama saudara SR senilai 15 milyar?. Silahkan cek ke BPKAD ada atau tidak SP2D terbit pembayaran tanah senilai itu,”ucap Kadis Perkim Halteng Abdullah Yusuf dalam keterangannya yang diterima Redaksi Katamu.Id, Rabu (11/2/2026).

Dia menjelaskan, bahwa anggaran untuk pembebasan lahan tahun 2025 sebesar 4,8 milyar itu artinya informasi yang beredar di beberapa Media tidak benar.

Kadis mengatakan, diakhir Tahun 2025 saudara SR mengklaim jalan masuk di samping toko Labobar Desa Fidi Jaya itu belum di bayar oleh Pemerintah Daerah, padahal jalan ini sudah di buka beberapa tahun yang lalu. Bahkan, SR melakukan pemalangan akses jalan masuk. Karena dipalang, Pemda melalui dinas perkim mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Setelah akta jual beli dibuat, dan saya suda TTD, ada klaim dari masyarakat yang lain atas lokasi tersebut sehingga pembayaran di tangguhkan. Jadi tidak ada SP2D yang terbit dibulan Desember 2025 atas pembayaran lokasi tersebut apalagi sampai dengan Nilai 15 milyar, ini Pembohongan Publik,” tegas Kadis.

Karena itu, lanjut Kadis, Saudara SR tidak menerima pembayaran dari Pemda karna memang belum ada pembayaran. Jadi apa yang di beritakan sejumlah Media itu tidak benar, dan ini adalah fitnah dan melakukan pembohongan Publik.

Mantan Kepala Inspektorat Halteng itu, menyampaikan kepada wartawan agar dalam bekerja membuat berita yang seperti ini agar penting untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah, dan yang paling penting agar di lakukan investigasi dan penelusuran ke sumber yang jelas dan kompeten, agar data yang di publikasikan adalah data yang akurat dan terpercaya, agar ada perimbangan informasi. Kalau tidak, apa bedanya Wartawan dan pembuat Hoax.

“Karena di ujung pena atau jari Saudara, ada nama baik, harga diri, dan martabat orang yang dipertaruhkan, seorang Wartawan harus lebih cerdas 10 kali lipat dari penyebar hoax dan pelaku Fitnah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *