HALSEL – Polemik krisis pasokan air bersih dan listrik yang terjadi di Desa Kawasi akhirnya mendapatkan klarifikasi dari pihak warga setempat.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kawasi, Reinhard Siar, menegaskan bahwa masalah tersebut bukan disebabkan keterbatasan fasilitas. “Krisis pasokan air bersih dan listrik di Desa Kawasi bukan disebabkan keterbatasan fasilitas, melainkan maraknya praktik sambungan ilegal oleh pendatang,” ucapnya pada Selasa (30/12/2025).
Reinhard mengungkapkan, lonjakan jumlah pendatang telah membebani infrastruktur desa. “Lonjakan jumlah pendatang telah membebani infrastruktur desa, yang memicu tindakan penyambungan listrik dan air secara tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Menurutnya, pasokan listrik sejatinya cukup untuk kebutuhan warga lokal. “Pasokan listrik sejatinya memadai bahkan berlebih jika dihitung berdasarkan jumlah Kartu Keluarga (KK) warga lokal. Namun, dugaan pencurian arus listrik menyebabkan beban mesin genset melonjak hingga melebihi kapasitas,” ungkap Reinhard.
Masalah serupa terjadi pada air bersih. Ia membantah isu kurangnya sumber air. “Kelangkaan air di beberapa titik disebabkan perusakan jaringan pipa akibat pemasangan ilegal oleh oknum pendatang, bukan kurangnya sumber air karena jatah bagi warga terdata sangat cukup,” tandasnya.
Akibat kondisi lingkungan yang semakin tidak mendukung, Reinhard memilih untuk pindah tempat tinggal. “Akibat kondisi lingkungan yang semakin padat dan semrawut, saya memilih pindah ke Permukiman Baru Desa Kawasi yang memiliki infrastruktur lebih tertata dan mendukung kualitas hidup,” tutupnya.














