HALSEL– Wartawan dan Komunitas Penulis (Warkop) Halmahera Selatan merayakan Hari Lahir (Harlah) ke-1 pada 12 Februari 2026 dengan menggelar dialog publik bertema “Membaca Ulang Visi Agromaritim Bassam-Helmi”.
Kegiatan yang berlangsung di Andai Coffee, Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Minggu (15/2/2026) malam tersebut menghadirkan berbagai narasumber terkait.
Narasumber yang hadir meliputi Akademisi Unkhair Ternate Muamil Sun’an, anggota DPRD Halmahera Selatan Rustam Ode Nuru, serta perwakilan pemerintah daerah.
Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi Asbur Somadayo atas nama Bupati Halmahera Selatan Bassam Kasuba, pihak pemda mengapresiasi langkah Warkop yang memilih dialog sebagai bentuk peringatan harlah.
“Ini menunjukkan bahwa Warkop tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi ikut membangun pemahaman publik terhadap arah pembangunan daerah,” ujar Asbur.
Ia menjelaskan bahwa konsep agromaritim bukan hal baru dan menjadi cara mengelola potensi darat dan laut Halsel agar saling terhubung serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Daerah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan seperti kelapa, pala, cengkih, serta wilayah laut luas dengan potensi perikanan. Tantangan utama yang dihadapi adalah mengelola potensi tersebut secara terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Agromaritim yang didorong adalah laut dan darat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi satu ekosistem pembangunan. Hasil produksi harus memiliki pasar yang jelas, didukung oleh infrastruktur, distribusi, dan pengolahan memadai agar nilai tambah dirasakan oleh masyarakat lokal,” jelas Asbur.
Presiden Warkop Halsel Amrul Doturu menegaskan bahwa komunitas akan tetap menjadi mitra kritis pemerintah dengan memberikan masukan konstruktif melalui ruang diskursus ilmiah. Menurutnya, peran pers sebagai pilar keempat demokrasi tidak hanya sebatas menyampaikan informasi tetapi juga mengawal jalannya pemerintahan.
“Warkop Halsel tidak hanya mewadahi wartawan lokal, tetapi juga pelajar dan mahasiswa yang gemar menuliskan gagasan kritis di berbagai platform media. Dalam satu tahun perjalanan, kami sudah beberapa kali menghadirkan ruang diskursus pembangunan, mensosialisasi fungsi media, serta aktif dalam bhakti sosial,” tutur Amrul.











