WEDA – Upacara pembukaan Karya Bakti Skala Besar Tahun Anggaran 2026 Kodam XV/PTM di Wilayah Maluku Utara resmi dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Pendopo Falcilno, Desa Fidi Jaya, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, dan dibuka secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Serly Tjoanda Laos. Acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi dan persatuan antarberbagai elemen bangsa. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., serta Bupati Halmahera Tengah Ir. Ikram Malan Sangadji, M.Si. didampingi Wakil Bupati Ahlan Djumadil, S.I.P.
Selain itu, hadir pula General Manager Security PT.IWIP Brigjen Pol Purn Eko Prasetyo S., para pejabat utama Kodam, Korem, Polda, jajaran Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Dalam pelaksanaan upacara, Gubernur Sherly bertindak selaku Inspektur Upacara, sedangkan Komandan Upacara dijabat oleh Danyonif 866/Satria Gamrange Letkol Inf. Muhammad Yoppi Septiansyah.

Dalam amanatnya, Gubernur Maluku Utara menegaskan bahwa kehadiran TNI Angkatan Darat di tengah masyarakat memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pelaksanaan program pembangunan fisik semata.
“Bangsa ini tidak dibangun oleh orang-orang yang menunggu. Bangsa ini dibangun oleh orang-orang yang turun ke bawah. Dan sejak republik ini berdiri, TNI Angkatan Darat telah membuktikan dirinya bukan hanya sebagai penjaga batas negara, tetapi juga penjaga harapan rakyat,” ujar Sherly dalam sambutannya.
Ia menekankan, apa yang sedang dibangun dalam kegiatan karya bakti ini bukan sekadar jalan, jembatan, rumah, atau fasilitas umum. Lebih dari itu, yang sedang dibangun adalah jalan menuju masa depan, jembatan harapan, serta menanamkan keyakinan kuat bahwa negara hadir hingga ke pelosok-pelosok negeri.

“Yang sedang kita bangun adalah keyakinan bahwa negara hadir sampai ke pelosok-pelosok negeri. Karena rakyat yang merasa diperhatikan akan mencintai bangsanya. Dan rakyat yang mencintai bangsanya akan menjadi benteng pertahanan yang tidak dapat ditembus oleh ancaman apa pun,” tegasnya.
Kepada seluruh prajurit, Gubernur berpesan agar hadir di Halmahera Tengah bukan sebagai tamu, melainkan sebagai saudara yang bekerja dengan ketulusan hati dan meninggalkan jejak pengabdian, bukan sekadar jejak sepatu.
Sementara kepada masyarakat, ia mengajak untuk tidak hanya menjadi penonton pembangunan, melainkan turut menjadi pelaku pembangunan. Menurutnya, kemajuan tidak pernah lahir dari satu pihak saja, melainkan lahir dari persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
“Hari ini saya melihat pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, hingga pelaku usaha berdiri dalam satu barisan yang sama. Ketika seluruh kekuatan itu bersatu, saya percaya tidak ada tantangan yang terlalu besar untuk Maluku Utara,” ucapnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, dalam kegiatan ini juga diserahkan sebanyak 1.000 paket sembako kepada masyarakat di sekitar lokasi sasaran karya bakti, sebelum kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke titik pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan ini diharapkan semakin mempererat ikatan batin TNI dan rakyat, membawa manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan, serta menjadi bukti kuat bahwa kemajuan dibangun di atas pondasi persatuan, pengabdian, dan cinta tanah air.
Dirgahayu Kodam XV/Pattimura, Jayalah TNI Angkatan Darat, Jayalah Maluku Utara, dan Jayalah Indonesia













