Berita  

Bank Maluku–Malut Dukung SP2D Online, Keuangan Daerah Transparan dan Bebas Celah Korupsi

WEDA – Bank Maluku–Malut Cabang Weda mendukung pelaksanaan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penerapan Sistem Pembayaran Surat Perintah Membayar Secara Online atau SP2D Online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.

Kegiatan ini mengusung tema: “Transparansi Sistem Keuangan Daerah Berbasis Digital demi Keadilan Akuntabilitas dan Pelayanan Prima”. Dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Halteng, Bahri Sudirman, dan didampingi Kepala BPKAD Halteng, Moh. Fitra U. Ali, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Dalam Negeri, serta seluruh bendahara di lingkup Pemda Halteng. Berlangsung di Ruang Rapat BPKAD, Selasa (29/9/2026).

Kepala Bank Maluku–Malut Cabang Weda, Windy S. Suandy, menyampaikan bahwa sistem baru ini mengubah seluruh proses pengelolaan keuangan daerah yang selama ini dilakukan secara manual menjadi terintegrasi.

“Proses pencairan dana yang selama ini kita lakukan secara manual dan membutuhkan waktu, kini dapat dilakukan secara online, terintegrasi, dan otomatis. Tidak ada lagi antrean di bank untuk SP2D-nya. Tidak ada lagi selisih catatan antara pemerintah daerah dan bank. Semua terpantau secara real time,” ujar Windy.

Ia menjelaskan bahwa selama ini proses yang ditempuh berbelit: bendahara menginput SPM, dibawa ke BPKAD untuk dicetak SP2D, kemudian dibawa lagi ke bank untuk diinput ulang. Proses ini sering terhambat apabila masa berlaku kode habis, atau dana ditransfer ke bank lain.

“Mungkin saat ini adalah hal yang paling efisien, teman-teman bisa melakukannya secara real time langsung. Misalnya bendahara melakukan penginputan, terverifikasi oleh bagian keuangan, itu langsung masuk ke rekening tujuan. Langsung tercatat dan meminimalkan kesalahan atau human error,” jelasnya.

Windy menambahkan, kesalahan manusia kerap terjadi terutama di akhir tahun. “Semoga SP2D Online ini berjalan lancar, dan kita tidak lagi menemukan hal serupa kembali,” harapnya.

“Kegiatan bimtek ini bukan sekadar modernisasi teknologi, melainkan perbaikan tata kelola keuangan,” tegas Windy. Seluruh bendahara diminta beradaptasi dan meningkatkan ketelitian, karena sistem tidak akan memproses data yang salah atau belum lengkap.

“Kami harapkan Bapak-Ibu memanfaatkan momen ini untuk bertanya. Seluruh pendamping dan narasumber hadir di sini selama dua hingga tiga hari ke depan,” ajaknya.

Menurutnya, Halmahera Tengah merupakan kabupaten kedua di Provinsi Maluku Utara yang menerapkan sistem tersebut.

“Jadi, saat ini Halmahera Tengah sebagai kabupaten kedua di Provinsi Maluku Utara yang menerapkan sistem SP2D online,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *