WEDA – Sanggar Kabata dan Sekolah Sepak Bola (SSB) Weda Junior siap berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah. Kedua kelompok ini dinakhodai oleh Arman Alting, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Halmahera Tengah.
Kehadiran kedua kelompok tersebut menjadi wujud partisipasi dalam menyukseskan perayaan hari jadi Kabupaten Halmahera Tengah melalui dua bidang yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, yakni pelestarian seni budaya dan pembinaan olahraga generasi muda.
Partisipasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat membangun daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui upaya menjaga identitas budaya serta menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi.
Sanggar Kabata dikenal sebagai salah satu kelompok seni yang turut memeriahkan perayaan HUT Kabupaten Halmahera Tengah. Dalam setiap peringatan hari jadi daerah, sanggar ini konsisten menampilkan tarian tradisional yang mencerminkan kekayaan seni dan budaya lokal.
Penampilan Sanggar Kabata tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat yang menyaksikan rangkaian perayaan. Lebih dari itu, setiap tarian yang ditampilkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan, menjaga, dan mewariskan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya modern yang semakin luas, keberadaan kelompok seni tradisional seperti Sanggar Kabata memiliki arti penting. Seni tari bukan hanya rangkaian gerakan yang dipadukan dengan irama musik, melainkan juga menyimpan nilai sejarah, filosofi, kebersamaan, serta identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui penampilannya dalam momentum HUT Kabupaten Halmahera Tengah, Sanggar Kabata turut menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal dan mencintai budaya lokal. Kehadiran para penari di atas panggung menjadi gambaran bahwa tradisi tetap memiliki tempat di tengah dinamika pembangunan dan perubahan zaman.
Upaya pelestarian budaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat jati diri masyarakat Fagogoru. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya mempertahankan nilai-nilai budaya yang menjadi akar identitas bersama.
Karena itu, partisipasi Sanggar Kabata dalam setiap perayaan HUT kabupaten patut mendapat apresiasi. Konsistensi dalam menampilkan tarian tradisional menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam menjaga agar seni budaya Halmahera Tengah tetap hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi mendatang.
Lebih jauh, keterlibatan sanggar seni dalam perayaan daerah diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda untuk mempelajari seni tari tradisional. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak berhenti pada pertunjukan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut melalui proses pembelajaran, latihan, dan regenerasi pelaku seni.
Selain bidang seni budaya, perhatian terhadap pengembangan generasi muda juga ditunjukkan melalui keberadaan SSB Weda Junior yang bergerak dalam pembinaan sepak bola usia dini.
SSB Weda Junior menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengenal dan mengembangkan kemampuan sepak bola sejak usia muda. Melalui latihan dan kegiatan olahraga, para pemain tidak hanya belajar meningkatkan keterampilan mengolah bola, tetapi juga dibentuk untuk memahami arti disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, dan sportivitas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun karakter generasi muda, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sepak bola mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan, semangat berjuang, serta kesediaan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan olahraga, termasuk Piala Bupati U-13 sebagaimana tercantum dalam flayer, SSB Weda Junior diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan sepak bola di Halmahera Tengah.
Ajang seperti Piala Bupati U-13 menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman bertanding, serta menunjukkan potensi yang mereka miliki. Kompetisi usia dini diharapkan mampu menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan pesepak bola berbakat yang dapat mengharumkan nama daerah pada masa mendatang.
Pembinaan sepak bola sejak dini membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pengelola sekolah sepak bola, pelatih, orang tua, hingga pemerintah dan masyarakat. Sinergi tersebut penting agar anak-anak memiliki kesempatan untuk berkembang dalam lingkungan olahraga yang positif dan terarah.
Dengan demikian, keberadaan SSB Weda Junior tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi di lapangan, tetapi juga dengan upaya menyiapkan generasi muda yang sehat, disiplin, percaya diri, dan mampu menghargai orang lain.
Di bawah nakhoda Arman Alting, Sanggar Kabata dan SSB Weda Junior mengambil bagian dalam dua bidang yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sejalan, yakni memberikan ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkembang.
Sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Halmahera Tengah sekaligus sosok yang menakhodai kedua kelompok tersebut, keterlibatan Arman Alting menjadi bagian dari partisipasi dalam menyemarakkan momentum hari jadi daerah melalui kegiatan seni budaya dan olahraga.
Seni budaya dan olahraga memiliki pendekatan yang berbeda, tetapi keduanya sama-sama berperan dalam membangun karakter, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah. Seni mengajarkan masyarakat untuk menghargai warisan leluhur, sedangkan olahraga menanamkan nilai disiplin, kerja keras, dan sportivitas.
Kehadiran Sanggar Kabata dan SSB Weda Junior dalam perayaan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah memperlihatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dilakukan melalui berbagai ruang kegiatan, termasuk panggung seni dan lapangan olahraga.
Kedua bidang ini perlu terus mendapat perhatian karena generasi muda tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga kesempatan untuk menyalurkan kreativitas, mengembangkan bakat, serta membangun kepercayaan diri.
Dengan adanya ruang partisipasi tersebut, diharapkan semakin banyak anak muda Halmahera Tengah yang berani menunjukkan kemampuan, mencintai budaya daerahnya, dan berusaha meraih prestasi sesuai dengan bidang yang mereka tekuni.
Perayaan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah tahun ini mengusung semangat “Fagogoru Tangguh, Ekonomi Tumbuh, Halteng Maju.” Slogan tersebut menjadi pengingat pentingnya kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan daerah.
Semangat Fagogoru tidak hanya menjadi identitas yang melekat pada masyarakat Halmahera Tengah, tetapi juga menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan, menjaga nilai-nilai budaya, dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Dalam konteks perayaan hari jadi kabupaten, keterlibatan berbagai komunitas, organisasi, kelompok seni, dan kelompok olahraga menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana yang meriah sekaligus bermakna.
HUT daerah bukan sekadar agenda tahunan yang diperingati melalui seremoni. Momentum ini juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan, menghargai kontribusi masyarakat, serta memperkuat komitmen bersama dalam membawa Halmahera Tengah menuju masa depan yang lebih baik.
Pelestarian budaya dan pembinaan olahraga merupakan dua bagian penting dari upaya tersebut. Budaya menjaga akar identitas masyarakat, sementara olahraga membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.
Oleh karena itu, partisipasi Sanggar Kabata dan SSB Weda Junior diharapkan dapat memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah. Keduanya membawa semangat yang berbeda, tetapi bertemu dalam satu tujuan, yakni berkontribusi bagi daerah melalui bidang yang mereka tekuni.
Dengan semangat kebersamaan, Sanggar Kabata dan SSB Weda Junior siap mengambil bagian dalam menyukseskan perayaan HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah.
Selamat Hari Ulang Tahun ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah.
Fagogoru Tangguh, Ekonomi Tumbuh, Halteng Maju.














