Berita  

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Pemda Halsel Bagikan 550 Ribu Bibit Kelapa ke 200 Kelompok Tani

HALSEL – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) memperkuat pengembangan sektor perkebunan dan perekonomian rakyat melalui penyaluran 550 ribu bibit kelapa varietas unggul lokal kepada 200 kelompok tani di sejumlah wilayah. Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan populasi tanaman kelapa, melainkan juga membuka sumber pendapatan baru serta memperkuat ekonomi keluarga petani.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, kepada kelompok tani penerima manfaat di lingkungan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Moifi, Desa Panambuang, Kecamatan Bacan Selatan, Selasa (29/9/2026), sekitar pukul 10.20 WIT.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Halsel Sumiati Aljogja, Camat Bacan Selatan, sejumlah kepala desa, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani penerima bantuan.

Bupati Bassam menegaskan bantuan tersebut harus dijaga dan dimanfaatkan secara serius, mengingat masih banyak masyarakat yang belum memperoleh kesempatan serupa.

“Bibit ini harus dijaga dan dirawat. Jangan sampai setelah menerima bantuan kemudian tidak dikembangkan,” pesan Bassam.

Bassam berharap dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, tanaman mulai tumbuh dan menjadi sumber pendapatan keluarga petani. Lebih jauh, ia mendorong agar kelapa Halsel masuk ke tahap hilirisasi, tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Jangan hanya menjual kelapa sebagai bahan mentah. Kita harus mulai berpikir bagaimana kelapa ini bisa diolah sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk pengembangan program pada tahun 2027, pemerintah daerah berencana memprioritaskan tujuh kecamatan yang belum memperoleh bantuan pengembangan kelapa, guna memperluas pemerataan kesempatan bagi lebih banyak petani di Halsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Halsel, Sumiati Aljogja, menjelaskan penyaluran bibit sempat mengalami penundaan akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung. Namun, pemerintah tetap mengupayakan distribusi setelah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

“Petani diberikan dua pilihan: bibit dapat langsung ditanam apabila lahan sudah siap, dengan kewajiban merawat hingga tumbuh. Bagi yang lahannya belum siap, bibit dapat dititipkan terlebih dahulu di persemaian atau nursery,” ujar Sumiati.

Program pengembangan kelapa ini mencakup sekitar 5.000 hektare lahan, didukung 550 ribu anakan kelapa, paket pupuk, serta operasional pendukung. Bantuan menyasar 200 kelompok tani yang tersebar di 23 kecamatan dan 95 desa di Kabupaten Halsel.

Cakupan luas ini menunjukkan pemerintah tidak sekadar mendorong penanaman, melainkan ingin mengembalikan kelapa sebagai salah satu komoditas penopang ekonomi masyarakat. Petani diingatkan agar tidak berhenti setelah menerima bantuan — perawatan menjadi kunci agar bibit tumbuh dan berbuah dalam jangka panjang.

Program 550 ribu bibit kelapa ini pada akhirnya bukan sekadar soal jumlah tanaman yang disalurkan. Di balik setiap bibit terdapat harapan agar lahan petani kembali produktif, pendapatan keluarga meningkat, dan kelapa tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat Halmahera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *