HALSEL – Rencana penerapan parkir berbayar di RSUD Labuha menuai kecaman keras dari Samurai Maluku Utara. Kelompok ini menilai kebijakan tersebut keliru arahnya, karena seharusnya pemerintah membenahi kualitas pelayanan terlebih dahulu, bukan memikirkan pungutan kepada masyarakat yang sedang sakit.
Penolakan ini disampaikan dalam aksi yang dipimpin langsung oleh Koordinator Lapangan (Korlap), Wahyudi M. Nur, Kamis (1/10/2026).
“Jangan jadikan rumah sakit sebagai ladang pendapatan dengan membebani masyarakat yang sedang mencari pelayanan kesehatan,” tegas Wahyudi.
Samurai mempertanyakan logika kebijakan tersebut. Pasien dan keluarga pasien datang ke rumah sakit bukan untuk mencari keuntungan, melainkan karena membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, pungutan parkir berbayar dinilai berpotensi menambah beban masyarakat, terutama keluarga yang harus menunggu dalam waktu lama di lingkungan rumah sakit.
Selain itu, Samurai juga menyoroti sejumlah persoalan terkait fasilitas, kebersihan, serta pengelolaan limbah di RSUD Labuha. Mereka meminta pemerintah tidak hanya mengejar potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan memastikan hak masyarakat atas pelayanan kesehatan yang layak benar-benar terpenuhi.
Lima Tuntutan Samurai Malut
Dalam aksi tersebut, Samurai Maluku Utara mendesak pihak berwenang untuk segera:
1. Menghentikan rencana penerapan parkir berbayar di RSUD Labuha;
2. Mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Labuha;
3. Menambah armada pengangkut sampah di lingkungan RSUD;
4. Meningkatkan fasilitas dan kualitas pelayanan secara menyeluruh;
5. Memperbanyak tempat sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) di lingkungan RSUD.
Wahyudi menegaskan, apabila pemerintah tetap memaksakan kebijakan tersebut, masyarakat berhak mempertanyakan dasar hukum, mekanisme pemungutan, besaran tarif, pengelolaan, hingga penggunaan pendapatan yang diperoleh dari kebijakan parkir berbayar itu.
“Pemerintah daerah tidak boleh keliru menempatkan prioritas. Rumah sakit adalah tempat pelayanan dan keselamatan masyarakat, bukan ruang untuk memburu pemasukan dari pasien dan keluarga pasien,” pungkasnya.












