Berita  

Cegah Kepentingan Politik, Barisan Muda Makayoa Desak Susun Ulang Panitia Mubes III

HALSEL – Barisan Muda Makayoa Halmahera Selatan menolak tegas pembentukan panitia Musyawarah Besar (Mubes) III yang digelar di Kota Ternate. Langkah tersebut dinilai terburu-buru, tidak mengikuti mekanisme yang berlaku, serta berpotensi mencederai marwah organisasi.

Koordinator Barisan Muda Makayoa Halsel, Samsudin Calill, mengemukakan hal itu menanggapi pembentukan panitia Mubes III yang berlangsung di Kafe Helo Jati, Kota Ternate, baru-baru ini.

Menurut Samsudin, pembentukan panitia organisasi sebesar Makayoa seharusnya didahului konsolidasi yang matang dan melibatkan seluruh unsur secara proporsional, bukan dilakukan secara mendadak dan sepihak.

“Makayoa bukan milik segelintir orang. Pembentukan panitia harus melalui tahapan konsolidasi yang matang, mekanisme yang jelas, serta kesepakatan bersama. Bukan tiba saat tiba akal, lalu panitia dibentuk seolah-olah semua persoalan sudah selesai,” tegas Samsudin.

Ia mengingatkan agar kepanitiaan tidak dijadikan ruang bagi kepentingan politik kelompok maupun individu tertentu. Makayoa, ujarnya, tetap harus menjadi wadah pemersatu masyarakat, bukan alat menjalankan agenda politik sesaat.

“Jangan sampai organisasi sebesar Makayoa ditarik ke dalam kepentingan politik. Makayoa adalah milik bersama, bukan milik segelintir orang atau kelompok. Jangan korbankan persatuan hanya demi kepentingan sesaat,” tandasnya.

Atas dasar itu, Barisan Muda Makayoa Halsel mendesak seluruh struktur kepanitiaan yang telah dibentuk — termasuk ketua panitia dan seluruh divisi — dibatalkan dan disusun kembali melalui konsolidasi menyeluruh.

Pembenahan, kata Samsudin, tidak cukup sekadar mengganti beberapa posisi. Seluruh struktur wajib dibentuk ulang lewat musyawarah yang terbuka, matang, dan melibatkan beragam unsur Makayoa agar memperoleh legitimasi serta dukungan dari seluruh elemen organisasi.

“Kalau ingin membesarkan Makayoa, hormati mekanisme organisasi. Ketua panitia dan seluruh divisi harus ditata kembali melalui konsolidasi yang matang. Jangan memaksakan keputusan yang justru berpotensi memicu perpecahan,” ujarnya.

Samsudin juga menegaskan Labuha, Halmahera Selatan, semestinya menjadi pusat konsolidasi pembentukan panitia Makayoa. Seluruh pihak diminta mengedepankan musyawarah, keterbukaan, dan kepentingan bersama sebelum menetapkan struktur kepanitiaan.

“Organisasi besar harus dibangun dengan cara-cara yang besar pula. Lakukan konsolidasi, hormati mekanisme, dan jangan jadikan Makayoa sebagai alat kepentingan politik. Persatuan masyarakat harus menjadi prioritas,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *