Gandeng Sanggar Kabata, Disparekraf dan Disbud Halteng Tampilkan Empat Sajian Seni yang Memukau Karnaval Budaya JKPI di Ternate

TERNATE – Kabupaten Halmahera Tengah dibawah kepemimpinan Bupati Ikram M. Sangadji dan Wakil Bupati Ahlan Djumadil (IMS-ADIL) turut ambil bagian sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional VII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 di Kota Ternate. Kegiatan ini dihadiri perwakilan anggota JKPI dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung misi mempromosikan warisan budaya lokal yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Sanggar Kabata binaan Arman Alting, ini menyuguhkan empat sajian seni andalan sepanjang rute karnaval: Tarian Cogoipa, Tarian Lala, Kene-Kene, dan Lalayon. Keempat atraksi tersebut tampil memukau dan berhasil mencuri perhatian ribuan penonton yang memadati sepanjang jalur karnaval.

Namun, Cogoipa lah yang menjadi primadona dan mengguncang suasana malam itu. Atraksi yang khas dengan gerakan dinamis dan filosofi mendalam ini sukses membius penonton, menjadikan jalanan Kota Ternate layaknya panggung raksasa yang tak pernah sepi dari tepuk tangan. Sambutan meriah datang dari ribuan penonton yang memadati sepanjang jalur karnaval hingga garis finis.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Halmahera Tengah, M. Taher Mujuddin, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat Ternate menyambut delegasi Halmahera Tengah. “Kabupaten Halmahera Tengah turut serta sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangka Rakernas VII JKPI di Ternate. Kami membawa misi besar untuk mempromosikan warisan budaya tak benda Indonesia yang kami miliki,” ujarnya.

Ia menuturkan, kolaborasi antara Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, dan Sanggar Kabata menjadi kunci kesuksesan penyajian keempat atraksi seni yang memukau tersebut. “Sambutan dan dukungan dari ribuan penonton sepanjang jalan hingga titik finis sungguh di luar dugaan. Mereka sangat meriah, dan itu menjadi energi positif bagi kami untuk terus melestarikan budaya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Halmahera Tengah, Subhan Somola menyampaikan bahwa Rakernas JKPI tidak hanya menjadi ajang pelestarian dan perayaan budaya, tetapi juga ruang strategis bagi Kota Ternate selaku tuan rumah untuk mempromosikan destinasi wisata, sejarah, dan kekayaan budaya kepada tamu dari berbagai daerah.

Ia juga menilai keterlibatan pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif dalam kegiatan ini sangat penting, karena memberi ruang luas bagi mereka untuk ambil bagian sekaligus merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan event budaya berskala nasional tersebut.

Subhan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Disparekraf dan Dinas Kebudayaan akan berkolaborasi melakukan penjajakan agar Kota Weda dapat diusulkan menjadi salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Ia menilai Halmahera Tengah memiliki sejarah dan karakter budaya khas yang layak dipromosikan, di antaranya Cogoipa, Fanten, serta kekayaan budaya lokal lainnya yang berpotensi dikembangkan berdampingan dengan daya tarik wisata alam dan bahari yang telah dimiliki daerah ini. “Halmahera Tengah memiliki sejarah dan karakteristik budaya yang khas. Ini dapat menjadi kekuatan untuk dipromosikan, selain potensi wisata alam dan wisata bahari yang ada saat ini,” katanya.

Pada malam penutupan rangkaian Rakernas JKPI, penampilan delegasi Halmahera Tengah tampil berdampingan dengan beragam atraksi seni budaya dari peserta lain, termasuk Kota Ternate selaku tuan rumah, Banjarmasin, Palembang, Baubau, Aceh, Halmahera Barat, dan sejumlah daerah lainnya. Karnaval Budaya penutupan ini dimulai dari Taman Fitnes dan berakhir di depan Keraton Sultan Ternate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *