HALSEL – Kepala Desa (Kades) Kaputusan, Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, Milka Dadana, menjadi sorotan menyusul dugaan keterlibatannya dalam aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Dugaan itu mencuat setelah sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa kepala desa diduga melakukan pungutan sebesar Rp100 ribu per bulan kepada setiap kelompok penambang untuk disetorkan ke desa.
“Jadi setiap kelompok penambang menyetor Rp100 ribu kepada ibu kades,” ungkap seorang warga kepada wartawan, Senin (26/10/2026).
Warga juga mengeluhkan aktivitas penambangan emas yang menggunakan mesin dompeng. Aktivitas tersebut diduga berdampak terhadap kondisi lingkungan, terutama kualitas air sungai yang disebut telah berubah warna menjadi cokelat.
“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah daerah dan pihak kepolisian, karena kondisi lingkungan sudah tercemar akibat aktivitas tambang ilegal,” kata warga.
Menanggapi persoalan tersebut, Direktur PARADE Maluku Utara, Sahmar M. Zen, mendesak Polres Halmahera Selatan segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan aktivitas tambang emas ilegal di Desa Kaputusan.
Menurut Sahmar, informasi dari masyarakat mengenai dugaan pungutan serta keluhan terkait pencemaran lingkungan harus menjadi bahan awal bagi kepolisian untuk menelusuri persoalan tersebut.
“Pengakuan warga soal pungutan yang dilakukan Kades dan pencemaran lingkungan menjadi bukti awal Polres Halsel melakukan penyelidikan,” tegas Sahmar.
Ia menilai, aparat kepolisian perlu turun langsung ke lokasi untuk memastikan legalitas aktivitas pertambangan, menelusuri dugaan pungutan, serta memeriksa dampak kegiatan tersebut terhadap lingkungan.
Sahmar juga meminta kepolisian menunjukkan komitmen dalam menangani dugaan aktivitas tambang ilegal tanpa pandang bulu. Menurutnya, laporan dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat perlu ditindaklanjuti melalui proses hukum yang sesuai.
“Jika Polres tidak melakukan penyelidikan, maka publik bisa menaruh curiga jika Polres juga ikut memback up aktivitas tambang emas di Desa Kaputusan. Saya menguji komitmen Kapolres untuk turun memasang police line di lokasi tambang Kaputusan,” pungkasnya.














