Terlambat ke Sekolah, Siswa SMAN 25 Diduga Dianiaya Oknum Guru hingga Alami Memar

HALSEL – Seorang siswa di SMAN 25 Halmahera Selatan dilaporkan mengalami luka memar di bagian tubuh diduga akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh seorang oknum guru di sekolah tersebut. Insiden ini bermula ketika siswa tersebut dianggap terlambat hadir ke sekolah pada hari kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut memicu kekhawatiran sekaligus kemarahan dari keluarga korban. Orang tua siswa melaporkan menemukan bekas luka memar setelah anak mereka pulang ke rumah. Keluarga menilai pendidik seharusnya menjadi teladan, bukan justru menyakiti anak yang seharusnya dilindungi.

“Saya tidak menyangka anak saya diperlakukan seperti itu. Tujuannya memang agar anak disiplin, tetapi mendidik tidak seharusnya dilakukan dengan kekerasan fisik yang meninggalkan luka seperti ini,” ungkap salah satu anggota keluarga korban kepada awak media.

Keluarga berharap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Malut dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius dan transparan.

Mereka menegaskan tidak menutup kemungkinan akan membawa persoalan ini ke jalur hukum jika tidak ada penanganan yang adil dan memuaskan dari pihak terkait.

Sampai berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya meminta tanggapan resmi dari Kepala Sekolah SMAN 25 Halmahera Selatan maupun pihak Dinas Pendidikan terkait kasus ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *