Kades Indomut Diduga Ubah Daftar dan Kurangi Bantuan Sembako, Warga Kesal Buang Beras di Jalan

HALSEL – Dugaan penyimpangan dalam penyaluran bantuan pangan memicu kemarahan warga Desa Indomut, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Kepala Desa Indomut, Azis Rabul, diduga secara sepihak mengubah daftar penerima dan mengurangi jumlah paket sembako yang seharusnya diterima warga.

Kekecewaan itu meluap hingga membuat sejumlah warga melakukan aksi protes dengan membuang beras bantuan di pinggir jalan raya, Selasa (30/6/2026).

Berdasarkan pantauan dan keterangan warga yang diterima media ini, terdapat dua kejanggalan utama dalam penyaluran bantuan kali ini. Pertama, perubahan daftar penerima secara sepihak. Nama‑nama warga yang sudah tercatat lama sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) justru dicoret dan diganti dengan nama‑nama baru yang dinilai tidak memenuhi syarat, sementara warga yang benar‑benar membutuhkan malah tidak kebagian.

Kejanggalan kedua adalah pengurangan jumlah paket. Bantuan berupa beras dan minyak goreng yang diterima jauh lebih sedikit dari ketentuan. Jika seharusnya mendapatkan tiga kantong minyak goreng, sebagian warga hanya menerima satu hingga dua kantong, bahkan ada yang mendapat jumlah lebih sedikit lagi.

“Kami sudah terdaftar bertahun‑tahun sebagai penerima, tapi tahun ini nama kami hilang begitu saja. Padahal kebutuhan sehari‑hari masih berat. Yang dapat justru orang yang kondisinya sudah berkecukupan,” keluh salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Kekecewaan memuncak saat proses pembagian berlangsung. Merasa haknya dikurangi dan disalurkan secara tidak adil, sejumlah warga memilih membuang beras yang diterima sebagai bentuk penolakan.

“Kami tidak ikhlas menerimanya jika hak kami dipotong dan diberikan kepada orang lain. Lebih baik dibuang saja daripada kami memakan rezeki yang tidak jelas kebenarannya,” tegas warga lainnya.

Diketahui, bantuan sembako tersebut sempat ditampung selama tiga hari di rumah Kepala Desa Azis Rabul sebelum akhirnya dibagikan ke masyarakat. Dari total 133 nama yang tercatat dalam daftar resmi KPM, tidak semuanya menerima bantuan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *