Berita  

Tambang Jadi Tumpuan Ekonomi Pulau Gebe, GAMPI Dorong PT Smart Marsindo Kembali Beroperasi

WEDA – Gerakan Anak Muda Peduli Pulau Gebe (GAMPI) mendorong PT Smart Marsindo agar dapat kembali beroperasi di Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah.

Aktivitas pertambangan perusahaan tersebut sudah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Koordinator GAMPI, Ibnu Mulkan, S.Sos., mengatakan PT Smart Marsindo merupakan salah satu perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang telah beroperasi di Pulau Gebe selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Ibnu, aktivitas perusahaan selama ini turut menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat setempat. Karena itu, ia menilai tuduhan mengenai dugaan aktivitas pertambangan ilegal terhadap PT Smart Marsindo perlu didasarkan pada fakta dan bukti yang jelas.

“Tidak mungkin ada perusahaan yang berani menambang diam-diam tanpa izin dari pemerintah. Itu kan ada risiko hukumnya,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Ukham ini, menduga tuduhan terhadap perusahaan tersebut berkaitan dengan persaingan bisnis pertambangan di Pulau Gebe. Namun, dugaan tersebut merupakan pandangan narasumber yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut.

“Saya menduga tuduhan kepada PT Smart Marsindo itu sengaja dilakukan oleh pihak tertentu dalam kaitan dengan persaingan bisnis tambang di Pulau Gebe. Ini yang tidak sehat bagi investasi tambang,” katanya.

Ukham menambahkan, PT Smart Marsindo dikenal oleh masyarakat setempat sebagai perusahaan yang dinilai memiliki perhatian terhadap kepentingan sosial masyarakat. Atas dasar itu, GAMPI mendukung agar perusahaan tersebut dapat kembali menjalankan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, keberadaan perusahaan tambang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat, termasuk aktivitas usaha lokal yang tumbuh di sekitar kegiatan pertambangan.

Terkait kondisi operasional perusahaan saat ini, Ukham menyampaikan bahwa PT Smart Marsindo telah hampir lebih dari satu tahun tidak melakukan kegiatan pertambangan. Menurut keterangan GAMPI, kondisi tersebut berkaitan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang hingga kini belum diterbitkan.

Karena itu, GAMPI berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat memberikan kepastian mengenai proses penerbitan RKAB perusahaan tersebut sesuai dengan persyaratan dan peraturan yang berlaku.

“Kami masyarakat Pulau Gebe berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri ESDM, agar segera mengeluarkan RKAB PT Smart Marsindo, agar perusahaan ini segera melakukan kegiatan tambang lagi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, sektor pertambangan masih menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Pulau Gebe. Dengan adanya kepastian terkait kelanjutan operasional perusahaan, masyarakat berharap aktivitas ekonomi di wilayah tersebut dapat kembali bergerak.

“Ekonomi di Pulau Gebe itu tumpuannya pada sektor tambang, sehingga dengan beroperasinya PT Smart Marsindo akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat Pulau Gebe,” tutupnya.

GAMPI berharap pemerintah dapat memberikan kejelasan terkait proses administrasi dan perizinan perusahaan, sehingga kegiatan pertambangan yang memenuhi seluruh ketentuan hukum dapat berjalan kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Gebe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *