Ragam  

Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Halteng Dukung Program Nasional Ketahanan Pangan dan Makan Bergizi Gratis

Pemerintah Harus Libatkan Semua Pihak

Weda, Ketua DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Wahyono Bahmid, menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional ketahanan pangan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurut Wahyono, kedua program tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia menilai, keberhasilan Program MBG harus ditopang oleh ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan, sehingga peran petani sebagai produsen pangan menjadi sangat strategis.

“Kabupaten Halmahera Tengah memiliki potensi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan bahan baku Program MBG. Oleh karena itu, kami mendorong agar pemerintah memberikan ruang yang lebih besar bagi petani dan kelompok tani lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok program tersebut,”ucap Wahyono dalam keterangannya, Selasa (21/6/2026).

Menurutnya, dengan melibatkan petani lokal sebagai pemasok kebutuhan pangan, manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh para penerima MBG, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan petani, menggerakkan perekonomian Desa, serta menciptakan kemandirian pangan di Daerah.

Dia menegaskan bahwa DPC Pemuda Tani Indonesia Kabupaten Halmahera Tengah siap bersinergi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung implementasi program melalui pemberdayaan petani muda, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi pertanian, serta penguatan kelembagaan petani.

“Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian terhadap penyediaan sarana dan prasarana pertanian, akses permodalan, pendampingan, serta kepastian pasar bagi hasil produksi petani. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian,”jelasnya.

Dirinya optimistis bahwa apabila program ketahanan pangan dan MBG dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, maka program tersebut tidak hanya mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Halmahera Tengah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *