HALSEL – Fenomena El Nino yang menyebabkan peningkatan suhu udara dan minim curah hujan mulai berdampak di Kabupaten Halmahera Selatan. Selain risiko kekeringan dan kebakaran lahan, kondisi ini juga turut memengaruhi ketersediaan air baku di sejumlah wilayah.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Halmahera Selatan, Soleman Bobote, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di sela-sela kegiatan paripurna DPRD Kabupaten Halmahera Selatan, Rabu (2/9/2026).
Soleman menjelaskan bahwa peningkatan suhu udara memicu proses penguapan yang mulai terlihat di beberapa titik, terutama di wilayah Kayoa dan Obi. Meski demikian, hingga saat ini kondisinya belum berada pada tingkat ekstrem dan pelayanan air kepada masyarakat masih berjalan normal.
“Memang terjadi penguapan volume air di beberapa titik, seperti di wilayah Kayoa dan Obi. Tetapi sampai saat ini belum sampai pada kondisi penguapan yang ekstrem,” ujar Soleman.
“Di Labuha juga terjadi penguapan, tetapi sampai sekarang kita masih bisa menyediakan air seperti biasanya,” tambahnya.
Meski belum mengganggu pelayanan, PDAM Halsel tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk apabila cuaca panas berlangsung lebih lama dan menyebabkan penurunan sumber air secara signifikan. Pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih.
“PDAM sudah memiliki rencana cadangan apabila nantinya penguapan sampai pada kondisi ekstrem,” ungkapnya.
Soleman menegaskan bahwa ketersediaan air bukan hanya tanggung jawab PDAM, melainkan juga membutuhkan kesadaran masyarakat. Penggunaan air secara berlebihan di tengah cuaca panas dapat mempercepat berkurangnya cadangan air, terutama di wilayah yang sumber airnya sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan lingkungan.
“Untuk meminimalisir dan menjaga ketersediaan air, saya mengimbau masyarakat Obi maupun Kayoa agar bijak dalam menggunakan air untuk beraktivitas. Ini penting agar ketersediaan air tetap terjaga selama kondisi pemanasan suhu ini,” pungkasnya.
PDAM Halsel berharap masyarakat ikut menjaga sumber air dan menghindari penggunaan air secara berlebihan, sehingga kebutuhan air bersih tetap dapat terpenuhi selama periode cuaca panas berlangsung.














