Berita  

Festival Seni Budaya HUT ke-36 Halteng, Puluhan Peserta Lolos ke Babak Final

WEDA – Puluhan peserta dari berbagai kecamatan dan jenjang pendidikan berhasil melaju ke babak final Festival Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) tahun 2026.

Para finalis ditetapkan berdasarkan hasil penilaian dewan juri dalam sejumlah kategori lomba, mulai dari tari tradisional, vokal tunggal dangdut putra dan putri, vokal grup, hingga vokal tunggal pop daerah.

Pengumuman hasil penilaian tersebut menjadi penentu bagi para peserta untuk melanjutkan perjuangan pada babak final yang dijadwalkan berlangsung mulai malam berikutnya.

Persaingan berlangsung ketat. Setiap peserta berupaya menampilkan kemampuan terbaik, baik dalam mempertahankan seni tari tradisional maupun menunjukkan bakat dan kreativitas di bidang tarik suara.

Pada kategori Tari Cakalele tingkat taman kanak-kanak (TK), empat peserta yang lolos ke babak final adalah TK Dharma Wanita dengan nilai 631, TK Kulayefo Grup A dengan nilai 593, TK Pembina Kecamatan Weda Regu B dengan nilai 573, serta TK Kusumawati Regu II dengan nilai 565.

Untuk Tari Lalayon tingkat sekolah dasar (SD), finalis terdiri atas perwakilan Kecamatan Patani dengan nilai 614, Kecamatan Pulau Gebe dengan nilai 605, SD Negeri 3 Weda dengan nilai 592, serta perwakilan Kecamatan Patani Barat dengan nilai 555.

Sementara itu, pada lomba Tari Kene-Kene tingkat sekolah menengah pertama (SMP), MTs Negeri 1 Halmahera Tengah meraih nilai tertinggi, yakni 651. Disusul perwakilan Kecamatan Patani Utara dengan nilai 603, Kecamatan Pulau Gebe dengan nilai 554, dan Kecamatan Weda Tengah dengan nilai 549.

Di tingkat sekolah menengah atas (SMA), MA Negeri 1 Halmahera Tengah memperoleh nilai 645. Berikutnya, SMA Negeri 1 Halmahera Tengah Regu I meraih nilai 626, perwakilan Kecamatan Patani memperoleh nilai 622, dan perwakilan Kecamatan Weda Timur meraih nilai 588.

Pada kategori tari tradisional kreasi, empat peserta yang lolos adalah perwakilan Kecamatan Patani Utara dengan nilai 630, Sanggar Seni Saturama Weda Tua dengan nilai 627, perwakilan Kecamatan Pulau Gebe dengan nilai 614, serta SMK Negeri 8 Halmahera Tengah Regu B dengan nilai 609.

Untuk Tari Bon Mayo tingkat SD, perwakilan Kecamatan Weda meraih nilai tertinggi, yaitu 685. Selanjutnya, SD Negeri Kobe Kulo Weda Tengah memperoleh nilai 523, SD Negeri 3 Weda meraih nilai 521, dan perwakilan Kecamatan Pulau Gebe memperoleh nilai 503.

Adapun finalis Tari Bon Mayo tingkat SMP terdiri atas perwakilan Kecamatan Patani Utara dengan nilai 574, MTs Negeri 1 Halmahera Tengah dengan nilai 563, perwakilan Kecamatan Weda Timur dengan nilai 555, serta SMP Negeri 25 Halmahera Tengah dengan nilai 535.

Persaingan juga berlangsung pada kategori vokal tunggal dangdut putra. M. Irsan dari Kecamatan Patani Utara menjadi peserta dengan nilai tertinggi, yakni 347.

Posisi berikutnya ditempati Abidin Amir dengan nilai 307. Selanjutnya, Julham dari Kecamatan Weda Tengah memperoleh nilai 289.

Upi dari Kecamatan Weda Utara meraih nilai 281. Peserta dari Kecamatan Patani Timur juga memperoleh nilai yang sama, yaitu 281.

Dengan adanya nilai yang sama pada tahap penyisihan, kelima peserta tersebut diumumkan melaju ke babak final. Penentuan hasil terbaik selanjutnya akan berlangsung pada babak final.

Pada kategori vokal tunggal dangdut putri, Warusila dari Kecamatan Weda meraih nilai tertinggi, yakni 339.

Finalis berikutnya adalah Herlinta dari Kecamatan Patani Utara dengan nilai 317, Saribanun dari Desa Wedana dengan nilai 312, Rivia dari Kecamatan Weda Timur dengan nilai 310, serta RK dari Kecamatan Weda Timur yang juga memperoleh nilai 310.

Dua peserta terakhir memiliki nilai yang sama, sehingga persaingan untuk meraih hasil terbaik masih akan berlanjut pada babak final.

Pada lomba vokal grup, empat peserta yang diumumkan masuk babak final adalah perwakilan TKBM Kecamatan Weda dengan nilai 464, perwakilan Kecamatan Weda Timur dengan nilai 459, perwakilan Kecamatan Patani Utara dengan nilai 458, serta SMK Nusantara dengan nilai yang tercantum dalam rekaman pengumuman sebesar 307.

Sementara itu, kategori lomba kasidah dan musik tali dua dilaksanakan satu kali tampil tanpa melalui babak final.

Untuk kategori vokal tunggal pop daerah putra, Chris Jones dari SMP Negeri 1 Halmahera Tengah berhasil memperoleh nilai tertinggi, yakni 342.

Berikutnya, Diven dari SMA Negeri 1 Halmahera Tengah meraih nilai 339. Sarfudin Sarahan, utusan Kecamatan Weda Timur, memperoleh nilai 329, sedangkan Andika Mansur dari Kecamatan Patani Utara meraih nilai 294.

Pada kategori vokal tunggal pop daerah putri, Muliani dari TKBM Yefi Berkarya Mandiri meraih nilai tertinggi, yakni 361.

Posisi berikutnya ditempati Saskia dari Kecamatan Weda Timur dengan nilai 347, Windari dari Kecamatan Weda dengan nilai 336, serta Dewita dari Desa Fidi Jaya dengan nilai 322.

Ketua Dewan Juri, M. Taher Mujuddin, mengingatkan seluruh peserta agar siap menerima hasil kompetisi, baik ketika berhasil meraih juara maupun ketika belum memperoleh hasil yang diharapkan.

Menurutnya, perlombaan bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar, membangun kebersamaan, dan memberikan apresiasi kepada peserta lainnya.

Ia menegaskan bahwa setiap peserta perlu memahami bahwa dalam sebuah kompetisi terdapat dua kemungkinan, yakni menang atau belum berhasil menjadi juara. Karena itu, peserta diharapkan tetap berbesar hati menerima keputusan dewan juri.

Taher juga mengajak peserta untuk saling menghargai penampilan kelompok lain. Ketika peserta lain tampil, seluruh peserta diharapkan ikut menyaksikan, menyimak, dan memberikan apresiasi.

Dari penampilan tersebut, peserta dapat mempelajari kelebihan maupun kekurangan masing-masing sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Festival Seni Budaya HUT ke-36 Kabupaten Halmahera Tengah diharapkan tidak hanya melahirkan para pemenang, tetapi juga memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

Melalui kegiatan ini, berbagai potensi seni yang dimiliki Halmahera Tengah dapat terus dikembangkan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *