WEDA – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Tour Guide (pemandu wisata) Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan wisata Boki Moruru, Desa Sagea, Kecamatan Weda Utara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 2–3 Juli 2026, ini diselenggarakan Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Halteng, di bawah koordinasi Kepala Bidang Muchlis Chalid Botutu, S.AP.
Pelatihan tersebut secara resmi dibuka Sekretaris Daerah Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, S.H., M.Hum.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata daerah.
Ia berharap, melalui pelatihan tersebut, para pemandu wisata lokal dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kemampuan memberikan pelayanan berkualitas kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran strategis sebagai representasi daerah dalam memperkenalkan potensi alam, budaya, sejarah, dan kekayaan lokal Halmahera Tengah kepada para pengunjung.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Abdulhalim Daud, S.Pd., M.Pd. dan Abdul Azis, S.Pd. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dipadukan dengan praktik untuk memperkuat keterampilan peserta.
Pada hari pertama, Abdulhalim Daud menyampaikan materi tentang perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan pemanduan wisata. Peserta dibekali pengetahuan mengenai penyusunan rencana perjalanan, pengenalan karakteristik destinasi, kebutuhan wisatawan, hingga antisipasi berbagai kemungkinan selama perjalanan.
Peserta juga mengikuti praktik penyusunan tour itinerary atau rencana perjalanan wisata, mulai dari penentuan destinasi, pengaturan waktu, transportasi, konsumsi, hingga aktivitas wisata.
Memasuki hari kedua, materi dilanjutkan oleh Abdul Azis dengan fokus pada teknik komunikasi efektif dan public speaking, pelayanan prima (excellent service), etika pemandu wisata, serta teknik interpretasi warisan dan penyampaian informasi kepada wisatawan.
Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik, memberikan pelayanan ramah dan profesional, serta menyampaikan informasi mengenai sejarah, budaya, tradisi, dan lingkungan destinasi secara menarik dan edukatif.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disparekraf Halteng, Muchlis Chalid Botutu, S.AP., menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun SDM pariwisata yang berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan dan daya tarik destinasi, tetapi juga kualitas pelayanan yang diberikan para pelaku wisata, terutama pemandu wisata.
Ia berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan langsung di lapangan sehingga para pemandu wisata lokal mampu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, profesional, dan berkesan bagi setiap pengunjung.
Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat antusias mengikuti berbagai materi, diskusi, simulasi, hingga praktik yang diberikan narasumber.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyelesaikan pelatihan selama dua hari.
Melalui kegiatan ini, Disparekraf Halteng berharap lahir pemandu wisata lokal yang kompeten, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, serta memahami potensi dan karakteristik destinasi wisata daerah.
Dengan demikian, pengembangan pariwisata Halmahera Tengah tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam yang dimiliki, tetapi juga didukung SDM lokal yang profesional dan mampu meningkatkan daya saing pariwisata serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.













